Menjalani ibadah puasa sambil tetap mempertahankan performa atletik di level tertinggi merupakan tantangan fisik dan mental yang luar biasa. Bagi para pegulat PGSI Jambi, situasi ini menuntut strategi khusus agar fokus dan konsentrasi tidak goyah meskipun tubuh sedang mengalami defisit energi di siang hari. Mengingat gulat adalah olahraga yang menuntut ketajaman reaksi dalam hitungan detik, penurunan tingkat fokus akibat rasa lapar tentu menjadi hambatan yang serius. Oleh karena itu, pengurus dan tim psikologi PGSI Jambi mengimplementasikan metode pelatihan mental yang intensif bagi setiap atlet.

Salah satu metode yang paling efektif adalah teknik visualisasi dan meditasi. Sebelum memulai latihan teknik di sore hari menjelang berbuka, para pegulat diajak untuk menenangkan pikiran melalui sesi meditasi singkat. Teknik ini bertujuan untuk mengarahkan kesadaran penuh pada pernapasan dan membuang pikiran-pikiran negatif tentang rasa lapar atau lelah yang mendera. Dengan pikiran yang tenang, seorang pegulat dapat mengaktifkan kembali memori ototnya, sehingga setiap gerakan bantingan atau kuncian yang dilakukan tetap presisi meskipun dalam kondisi fisik yang sedang berpuasa.

Selain meditasi, PGSI Jambi juga menekankan pentingnya manajemen emosi selama masa puasa. Rasa lapar seringkali memicu iritabilitas atau kemarahan yang tidak perlu, yang jika tidak dikendalikan, dapat merusak kualitas sesi latihan. Pelatih terus memberikan penguatan positif dan instruksi yang terstruktur agar atlet tidak merasa terbebani oleh intensitas latihan. Memahami bahwa rasa lapar adalah bagian dari ujian disiplin, para atlet diarahkan untuk mengubah perspektif tersebut menjadi bahan bakar semangat. Konsentrasi yang dijaga dengan cara ini terbukti mampu membuat sesi latihan tetap produktif tanpa harus menguras energi secara berlebihan.

Peran nutrisi pada waktu sahur juga menjadi penentu utama dalam menjaga konsentrasi. PGSI Jambi bekerja sama dengan ahli gizi untuk menyusun menu sahur yang kaya akan protein dan karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah. Makanan dengan jenis ini memberikan pelepasan energi secara perlahan ke dalam aliran darah, sehingga tingkat konsentrasi atlet dapat bertahan lebih lama sepanjang hari. Tanpa asupan yang tepat di waktu sahur, sulit bagi seorang pegulat untuk tetap fokus dalam sesi latihan sore hari yang menuntut fisik.