Langkah pertama dalam memahami cara atasi memar adalah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di bawah kulit. Memar muncul akibat pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) karena benturan keras atau tekanan saat teknik kuncian berlangsung. Di pusat pelatihan gulat di wilayah Jambi, protokol standar yang disarankan adalah penggunaan kompres dingin segera setelah benturan terjadi. Suhu dingin berfungsi untuk menyempitkan pembuluh darah yang pecah, sehingga pendarahan internal dapat segera berhenti dan pembengkakan tidak meluas. Hindari penggunaan balsem panas pada memar yang baru terjadi, karena panas justru akan melebarkan pembuluh darah dan membuat area tersebut semakin menghitam.
Gulat adalah olahraga kontak fisik yang sangat intens, di mana setiap inci kulit sering kali bergesekan dengan matras maupun pakaian lawan. Bagi para atlet di lingkungan Jambi, penampakan bercak kebiruan atau lecet pada kulit setelah sesi latihan adalah hal yang sangat lumrah. Namun, meskipun dianggap sebagai “hiasan” perjuangan, memar dan luka gesek yang tidak ditangani dengan benar dapat menjadi pintu masuk infeksi bakteri yang akan mengganggu jadwal latihan dan performa atlet secara keseluruhan.
Selain memar, tantangan fisik yang jauh lebih mengganggu adalah luka gesek. Luka ini biasanya terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan matras yang kasar secara berulang-ulang, yang sering disebut sebagai mat burn. Luka gesek ini sangat rentan dialami oleh pegulat di bagian lutut, siku, dan wajah. Jika Anda mengalami luka ini saat latihan gulat, langkah medis paling awal adalah membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun antiseptik ringan. Banyak pemain amatir di Jambi yang sering mengabaikan kebersihan luka karena dianggap luka kecil, padahal matras gulat adalah tempat yang sangat subur bagi bakteri Staphylococcus jika tidak dibersihkan secara rutin.
Setelah luka gesek bersih, penting untuk menjaga kelembapan area tersebut. Penggunaan salep antibiotik atau petroleum jelly dapat membantu menciptakan lapisan pelindung agar luka tidak mengering dan pecah saat atlet kembali bergerak. Di berbagai sasana di Jambi, para pelatih menyarankan penggunaan plester pelindung atau padding tambahan jika atlet harus tetap berlatih dengan luka yang masih basah. Namun, opsi terbaik tetaplah memberikan waktu bagi kulit untuk melakukan regenerasi secara alami agar integritas jaringan kulit kembali sempurna sebelum menerima gesekan berat berikutnya.