Kepedulian terhadap lingkungan hidup kini mulai merambah ke dunia olahraga prestasi di Sumatera, khususnya di Jambi. Pengurus Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jambi meluncurkan sebuah program inovatif yang melampaui batas-batas teknis olahraga. Mereka menyadari bahwa seorang atlet hebat lahir dari lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat. Lewat Inisiatif PGSI Jambi, para pengurus dan atlet gulat kini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada pelestarian alam dan kebersihan di lingkungan tempat tinggal masyarakat maupun mes atlet.

Fokus utama dari gerakan ini adalah menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya Kesehatan Lingkungan di tengah pesatnya pembangunan perkotaan. PGSI Jambi percaya bahwa kebugaran fisik seorang pegulat sangat dipengaruhi oleh kualitas udara dan air di sekitar tempat mereka beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, para atlet gulat Jambi kini memiliki agenda rutin untuk melakukan kerja bakti membersihkan drainase dan mengelola sampah di area sekitar pusat pelatihan mereka. Tindakan nyata ini bertujuan untuk mencegah timbulnya sarang penyakit yang dapat mengganggu jadwal latihan dan kesehatan atlet secara umum.

Selain aksi kebersihan, program ini juga menyentuh aspek edukasi bagi warga di Pemukiman Sekitar sarana olahraga. PGSI Jambi mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup minim sampah plastik. Dalam berbagai acara turnamen gulat lokal, pihak panitia mulai membatasi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan menyediakan titik-titik pengisian air minum gratis. Inisiatif ini mendapatkan apresiasi luas dari pemerintah daerah karena dianggap membantu beban pengelolaan sampah kota. Olahraga gulat di Jambi kini memiliki wajah baru sebagai penggerak perubahan sosial yang positif dan peduli terhadap ekologi.

Integrasi antara kegiatan olahraga dan lingkungan ini juga memiliki dampak psikologis yang luar biasa bagi para atlet. Dengan terlibat langsung dalam menjaga lingkungan, para pegulat muda di Jambi belajar tentang nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap daerahnya. Karakter seorang pemenang tidak hanya dibentuk melalui latihan fisik yang keras, tetapi juga melalui kepekaan sosial. Lingkungan pemukiman yang asri dan hijau memberikan ketenangan mental bagi atlet setelah menjalani porsi latihan yang melelahkan, sehingga proses pemulihan atau recovery menjadi jauh lebih optimal.