Di era digital, di mana informasi mengalir tanpa batas dan interaksi seringkali terjadi di dunia maya, peran guru dalam membentuk karakter siswa menjadi semakin kompleks. Tantangannya tidak hanya datang dari pengaruh negatif media sosial dan internet, tetapi juga dari cara anak-anak berkomunikasi dan memahami dunia. Namun, dengan strategi yang tepat, guru dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai positif.

Salah satu tantangan terbesar adalah cyberbullying dan penyebaran hoaks. Siswa rentan terpapar konten yang tidak pantas dan bisa menjadi korban atau pelaku perundungan daring. Di sini, peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter yang berempati dan bertanggung jawab. Guru harus mengajarkan etika digital, seperti pentingnya bersikap sopan di dunia maya, berpikir sebelum mengunggah sesuatu, dan berani melaporkan konten negatif. Pada 10 September 2024, di sebuah seminar pendidikan di sebuah sekolah di Jakarta, ditekankan bahwa “Membentuk karakter di era digital adalah tentang menanamkan kesadaran bahwa setiap tindakan online memiliki konsekuensi.”

Solusi yang bisa diterapkan guru adalah mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum digital. Misalnya, guru dapat menggunakan media sosial atau platform daring sebagai alat untuk proyek kolaborasi yang mengajarkan kerja sama dan komunikasi yang efektif. Dengan mengawasi dan membimbing prosesnya, guru memastikan bahwa siswa menggunakan teknologi secara produktif. Selain itu, membentuk karakter juga dapat dilakukan melalui diskusi terbuka di kelas tentang isu-isu digital yang relevan, seperti privasi data, berita palsu, dan hak cipta.

Guru juga harus menjadi teladan digital yang baik. Sikap guru di media sosial, cara mereka berinteraksi secara daring, dan penggunaan teknologi yang bijak akan menjadi contoh bagi siswa. Menurut sebuah laporan dari Pusat Kajian Pendidikan pada 15 Oktober 2024, siswa yang memiliki guru yang menunjukkan digital citizenship yang baik cenderung lebih bertanggung jawab dalam penggunaan internet mereka. Hubungan yang baik antara guru dan siswa juga akan membuat siswa merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan atau nasihat saat mereka menghadapi masalah di dunia maya.

Pada akhirnya, membentuk karakter di era digital bukanlah tugas yang mudah, tetapi itu adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan. Dengan menghadapi tantangan secara langsung, memanfaatkan teknologi sebagai alat edukasi, dan menjadi teladan yang baik, guru dapat membekali siswa dengan karakter yang tangguh, etika yang luhur, dan kemampuan untuk berlayar di lautan informasi dengan bijak dan aman.