Langkah strategis ini dimulai dengan keputusan untuk Perketat Aturan Berat Badan melalui pemantauan harian. Jika sebelumnya atlet hanya ditimbang menjelang turnamen, kini setiap sesi latihan pagi di pusat pelatihan daerah diawali dengan penimbangan resmi. Hal ini dilakukan untuk menghindari praktik weight cutting ekstrem yang sering dilakukan atlet beberapa hari sebelum tanding. PGSI Jambi percaya bahwa penurunan berat badan yang terlalu drastis dalam waktu singkat hanya akan menguras energi dan merusak fungsi organ tubuh, yang pada akhirnya membuat atlet tampil loyo di atas matras.
Kunci dari keberhasilan sistem ini adalah Disiplin Atlet yang harus dijaga selama 24 jam penuh. Seorang pegulat Jambi dituntut untuk memiliki kendali diri yang luar biasa terhadap apa yang mereka konsumsi. Tim pelatih bekerja sama dengan konsultan gizi untuk menyusun menu harian yang kaya nutrisi namun terkontrol kalori. Kedisiplinan ini tidak hanya diuji di tempat latihan, tetapi juga saat mereka berada di rumah. Pengurus menekankan bahwa seorang juara sejati adalah mereka yang mampu mengalahkan nafsu makannya sendiri demi menjaga integritas fisik sebagai olahragawan profesional.
Penerapan aturan ini sangat krusial agar atlet bisa bersaing secara kompetitif di Tiap Kelas Tanding. Dalam gulat, selisih satu kilogram saja bisa menempatkan atlet di kelas yang berbeda dengan lawan yang memiliki jangkauan tenaga yang jauh lebih besar. Dengan memastikan berat badan stabil sejak jauh hari, atlet dapat fokus pada pengembangan teknik dan taktik tanpa terbebani stres akibat kelebihan berat badan. PGSI Jambi ingin memastikan bahwa saat atlet turun ke matras, mereka membawa kekuatan maksimal yang diizinkan di kelas tersebut, bukan tubuh yang lemas akibat dehidrasi paksa.
Selain aspek fisik, kebijakan ini juga bertujuan untuk menanamkan tanggung jawab administratif kepada para atlet muda. Mereka diajarkan untuk memahami regulasi internasional mengenai batas toleransi berat badan dan prosedur penimbangan. Kedisiplinan ini diharapkan membuat mereka lebih siap saat bertanding di tingkat nasional maupun internasional yang memiliki standar tanpa kompromi. Atlet yang gagal menjaga berat badannya di PGSI Jambi akan mendapatkan sanksi berupa teguran hingga pencoretan dari daftar kuota keberangkatan turnamen, sebagai bentuk penegasan bahwa Perketat Aturan Berat Badan tidak bisa dinegosiasikan.