Pengaturan berat badan sebelum pertandingan merupakan fase paling krusial yang harus dilewati oleh setiap pegulat profesional demi masuk ke dalam klasifikasi kelas tanding yang diinginkan. Guna memastikan proses ini berjalan aman tanpa merusak metabolisme tubuh, pengurus provinsi PGSI Jambi menerapkan sistem pengawasan medis yang ketat terhadap seluruh atlet daerah. Langkah penegasan ini diambil untuk menghentikan kebiasaan buruk pengurangan berat badan secara ekstrem dalam waktu singkat yang sering memicu dehidrasi akut hingga penurunan performa otot secara drastis saat berada di atas matras. Oleh karena itu, para pelatih kini diwajibkan menyusun program penurunan massa tubuh yang berbasis pada sains olahraga dan memperhatikan aspek Weight Cutting seimbang agar kondisi fisik pegulat tetap berada dalam status bugar dan memiliki cadangan energi yang cukup untuk bertanding.
Protokol pengurangan berat badan (weight cutting) yang diterapkan oleh tim medis daerah kini mengacu pada penghitungan persentase kadar air tubuh dan indeks massa tubuh secara mingguan. Atlet tidak lagi diperbolehkan melakukan pembatasan cairan secara total atau menggunakan pakaian sauna secara berlebihan yang melampaui batas toleransi ketahanan fisik manusia. Proses penurunan berat badan yang ideal dirancang secara bertahap dalam rentang waktu empat hingga enam minggu sebelum kejuaraan resmi dimulai, sehingga tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi kalori tanpa kehilangan kekuatan ledak otot (explosive power).
Selama fase pengurangan berat badan ini berjalan, tim dokter dan ahli gizi asosiasi melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk tes urine untuk memantau tingkat kepekatan cairan tubuh atlet. Jika seorang pegulat menunjukkan tanda-tanda dehidrasi kronis atau penurunan massa otot yang terlalu drastis akibat pola diet yang keliru, tim medis memiliki wewenang penuh untuk menaikkan kelas tanding atlet tersebut ke kategori yang lebih tinggi demi keselamatan jiwanya. Edukasi mengenai pentingnya karbohidrat kompleks dan asupan protein tinggi juga terus ditekankan agar otot-otot besar pegulat tidak mengalami katabolisme selama masa pembatasan kalori.
Proses pemulihan kondisi fisik (rehydration) pasca penimbangan berat badan resmi juga diatur menggunakan panduan khusus yang terstruktur. Dalam jendela waktu beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, atlet diwajibkan mengonsumsi cairan elektrolit dalam jumlah terukur secara bertahap bersama dengan makanan yang mudah dicerna untuk mengisi kembali simpanan glikogen otot yang sempat menyusut. Pengisian energi yang tepat pasca penimbangan ini sangat menentukan tingkat ketahanan fisik (endurance) atlet saat menghadapi pertarungan sengit yang menguras banyak tenaga di arena pertandingan.