Olahraga pertarungan jarak dekat menguras banyak tenaga dan menyebabkan keluarnya cairan tubuh dalam jumlah yang besar. Atlet wajib memperhatikan hidrasi tubuh mereka agar tidak mengalami penurunan performa fisik atau masalah kesehatan di matras. Kekurangan cairan yang parah dapat memicu kram otot, penurunan tingkat konsentrasi, serta peningkatan risiko cedera sendi. Oleh sebab itu, strategi pemenuhan cairan harus diterapkan secara disiplin sepanjang sesi latihan intensif berlangsung. Pemenuhan cairan yang cukup menjaga volume darah tetap stabil sehingga suplai oksigen ke otot lancar.
Pencegahan kekurangan cairan dimulai sebelum atlet melangkah masuk ke dalam ruang latihan gulat yang panas dan tertutup. Atlet dianjurkan meminum air putih secara bertahap beberapa jam sebelum latihan dimulai untuk memastikan kecukupan cairan awal. Selama sesi latihan, pelatih memberikan jeda minum secara berkala agar atlet dapat mengonsumsi cairan dalam jumlah sedang. Penggunaan air dingin membantu menurunkan suhu inti tubuh atlet yang meningkat akibat kerja fisik yang keras. Kebiasaan minum teratur ini menjaga stamina dan daya tahan fisik atlet tetap stabil.
Penggunaan minuman isotonic sangat disarankan pada sesi latihan berdurasi panjang yang melebihi waktu satu jam kerja. Minuman ini menggantikan elektrolit natrium dan kalium yang hilang bersama keluarnya keringat saat atlet melakukan latihan teknik. Elektrolit sangat dibutuhkan oleh sistem saraf untuk mengirimkan sinyal kontraksi otot secara cepat dan presisi di lapangan. Keseimbangan elektrolit yang terjaga mencegah timbulnya kejang otot yang tiba-tiba saat atlet melakukan gerakan bantingan berat. Asupan cairan berenergi ini menjaga tingkat daya ledak otot atlet tetap prima.
Setelah latihan selesai, pemantauan status rehidrasi dilakukan dengan menimbang bobot tubuh atlet sebelum dan sesudah berlatih fisik. Penurunan bobot tubuh pasca latihan sebagian besar disebabkan oleh kehilangan cairan melalui keringat saat berlatih di matras. Atlet diwajibkan mengganti setiap kilogram bobot yang hilang dengan meminum cairan sebanyak satu setengah liter air. Penggantian cairan yang cepat ini mempercepat proses pemulihan sel dan mengurangi tingkat kelelahan fisik setelah berlatih keras. Pengawasan hidrasi tubuh yang ketat mendukung efektivitas proses pemulihan atlet.
Edukasi mengenai pentingnya pemenuhan cairan secara mandiri terus diberikan oleh tim medis kepada seluruh anggota skuad gulat. Atlet diajarkan untuk mengenali tanda-tanda awal kekurangan cairan seperti mulut kering, pusing, dan warna urin yang gelap. Kesadaran mandiri dari para atlet sangat membantu mencegah terjadinya dehidrasi kronis yang dapat merusak fungsi organ internal. Atlet yang disiplin dalam menjaga keseimbangan cairan terbukti sanggup melahap seluruh porsi latihan berat dengan baik. Pengelolaan hidrasi tubuh yang konsisten merupakan fondasi utama pembentukan atlet gulat tangguh.