Di tengah pesatnya laju perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, pertanyaan mengenai masa depan profesi guru seringkali muncul. Namun, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dengan tegas menyatakan bahwa kedudukan guru akan selalu tetap utama, bahkan di era yang semakin didominasi oleh teknologi ini. Penekanan pada kedudukan guru ini menjadi pengingat bahwa sentuhan manusia dalam pendidikan adalah elemen yang tak tergantikan.

Teknologi memang membawa banyak kemudahan dan inovasi dalam proses belajar mengajar. Berbagai platform daring, sumber belajar digital, hingga virtual reality dapat memperkaya pengalaman siswa dan membuat pembelajaran lebih interaktif. Teknologi dapat berfungsi sebagai alat bantu yang sangat efektif untuk mempersonalisasi pembelajaran, memberikan akses informasi yang luas, dan memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Data dari survei penggunaan teknologi pendidikan pada akhir tahun 2024 menunjukkan bahwa 70% siswa merasa lebih termotivasi belajar saat teknologi diintegrasikan ke dalam kelas.

Namun, kemampuan esensial seorang guru jauh melampaui penyampaian informasi. Kedudukan guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing adalah fondasi yang kokoh. Guru memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan emosional dan psikologis siswa, memberikan dukungan moral, menumbuhkan empati, dan membangun keterampilan sosial yang kompleks. Interaksi personal antara guru dan siswa menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif, yang sangat penting untuk perkembangan holistik seorang anak. Teknologi, seberapa canggih pun, belum mampu menggantikan kemampuan seorang guru untuk membaca ekspresi wajah siswa, merasakan suasana kelas, atau memberikan nasihat yang relevan dengan konteks kehidupan nyata.

Menteri Nadiem menekankan bahwa guru harus melihat teknologi sebagai mitra, bukan sebagai pesaing. Kedudukan guru adalah sebagai dirigent di dalam orkestra pembelajaran, yang memadukan berbagai instrumen (termasuk teknologi) untuk menciptakan harmoni terbaik. Guru didorong untuk mengadopsi teknologi secara bijaksana, menggunakannya untuk memperluas jangkauan pembelajaran dan meningkatkan efisiensi, sementara tetap fokus pada pembangunan karakter dan kapasitas berpikir kritis siswa. Pada sebuah forum diskusi pendidikan yang diadakan pada 23 Agustus 2024, Mendikbudristek berulang kali menyampaikan bahwa peran guru adalah membentuk manusia berkarakter, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Oleh karena itu, di era teknologi yang terus maju, kedudukan guru akan semakin krusial sebagai jembatan antara informasi digital dan nilai-nilai kemanusiaan.