Fenomena maraknya pinjaman online (pinjol), baik yang legal maupun ilegal, telah menjadi permasalahan sosial yang serius di Indonesia. Salah satu kelompok yang paling rentan terjerat pinjol adalah para guru, dan alasan utamanya tidak lain adalah pendapatan guru rendah. Situasi ini menciptakan lingkaran setan di mana kebutuhan hidup yang terus meningkat tidak seimbang dengan penghasilan, mendorong banyak pendidik mencari jalan pintas finansial yang justru berujung pada masalah yang lebih besar.

Menurut data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2023, guru menempati porsi yang cukup besar, sekitar 42 persen, dari total pengguna pinjaman online ilegal. Angka ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi indikator nyata bahwa pendapatan guru rendah merupakan pemicu utama. Dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Filipina, atau Malaysia, gaji guru di Indonesia memang cenderung lebih kecil. Perbandingan ini menunjukkan bahwa isu kesejahteraan guru adalah masalah struktural yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Kebutuhan hidup yang terus meningkat, mulai dari biaya kebutuhan pokok, pendidikan anak, hingga kebutuhan darurat tak terduga, seringkali tidak dapat dipenuhi hanya dengan pendapatan guru rendah. Hal ini memaksa mereka mencari sumber dana tambahan, dan pinjaman online seringkali menjadi pilihan yang tampak mudah dan cepat. Ironisnya, banyak guru yang kurang memahami bunga awal yang tinggi serta denda yang bisa berlipat ganda, sehingga utang mereka membengkak secara signifikan dan sulit dilunasi.

Menyikapi permasalahan ini, berbagai inisiatif literasi keuangan mulai digulirkan. Misalnya, pada awal tahun 2024, Bank Indonesia bekerja sama dengan beberapa komunitas guru di kota-kota besar telah menyelenggarakan lokakarya literasi keuangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pengelolaan keuangan pribadi, risiko pinjaman online, serta alternatif solusi finansial yang lebih sehat. Upaya ini diharapkan dapat membekali para pendidik dengan pengetahuan yang mumpuni agar tidak lagi terjerat dalam lilitan utang.

Pada akhirnya, akar masalah pendapatan guru rendah harus menjadi prioritas pemerintah. Peningkatan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, baik melalui penyesuaian gaji, tunjangan, maupun skema insentif lainnya, akan menjadi solusi fundamental untuk memutus mata rantai ketergantungan pada pinjaman online. Hanya dengan guru yang sejahtera, mereka dapat fokus sepenuhnya pada tugas mulia mencerdaskan anak bangsa tanpa dibayangi masalah finansial.