Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem kini tidak lagi hanya menjadi beban aktivis lingkungan, melainkan telah merambah ke sanubari para atlet bela diri. Di bawah langit Sumatera, PGSI Jambi melakukan sebuah terobosan hijau yang menyelaraskan kekuatan fisik dengan kelestarian alam. Melalui program ambisius bertajuk penghijauan Jambi, organisasi gulat ini mengajak seluruh anggotanya untuk tidak hanya bergulat di atas matras, tetapi juga bergulat melawan perubahan iklim. Inisiatif ini lahir dari keinginan para atlet untuk memberikan warisan yang lebih dari sekadar medali, yakni udara bersih dan lingkungan yang asri bagi generasi mendatang.
Program yang diberi nama Satu Pegulat Satu Pohon ini mewajibkan setiap atlet, mulai dari tingkat pemula hingga senior, untuk menanam dan merawat minimal satu bibit pohon di area yang telah ditentukan. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang sangat relevan, mengingat Jambi merupakan salah satu wilayah yang kerap berjuang menghadapi isu kebakaran hutan dan lahan. Dengan melibatkan para atlet, pesan mengenai pelestarian lingkungan tersampaikan dengan cara yang unik dan bertenaga. Para pegulat yang biasanya dikenal dengan latihan fisik yang keras, kini tampak lembut saat menyentuh tanah dan memastikan bibit pohon mereka tertanam dengan sempurna.
Aksi nyata yang dilakukan oleh PGSI Jambi ini juga bertujuan untuk menanamkan filosofi pertumbuhan pada diri atlet. Sebagaimana sebuah pohon yang membutuhkan waktu, nutrisi, dan perawatan yang konsisten untuk tumbuh besar, seorang atlet gulat juga membutuhkan proses yang panjang untuk mencapai prestasi puncak. Dengan merawat pohon mereka sendiri, para atlet belajar tentang kesabaran, ketelatenan, dan tanggung jawab. Hal ini secara organik membentuk karakter ksatria yang tidak hanya tangguh di arena tanding, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi bumi yang mereka pijak setiap hari.
Pemerintah daerah dan masyarakat menyambut positif inisiatif ini. Lokasi penanaman pohon dipilih di area sekitar fasilitas olahraga dan beberapa lahan kritis yang membutuhkan revitalisasi. Melalui aksi ini, diharapkan area tersebut akan bertransformasi menjadi ruang terbuka hijau yang memberikan kenyamanan bagi warga untuk berolahraga. Satu pegulat yang menanam satu pohon mungkin terdengar sederhana, namun jika dilakukan secara masif dan berkelanjutan, dampaknya akan sangat luar biasa bagi paru-paru kota. Ini adalah langkah konkret dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah Jambi.