Dunia gulat bukan hanya tentang siapa yang paling kuat mengangkat beban, melainkan siapa yang paling efisien dalam menggerakkan tubuhnya di atas permukaan matras yang licin dan dinamis. Di Jambi, para pelatih dan atlet yang tergabung dalam PGSI Jambi telah mengembangkan sebuah sistem latihan rutin yang sangat sistematis. Melalui pendekatan Tutorial Wrestling Drills, mereka fokus pada otomatisasi gerakan dasar agar setiap perpindahan posisi terjadi tanpa jeda berpikir, yang sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan dalam hitungan detik.

Latihan drill atau pengulangan gerakan merupakan tulang punggung dari kurikulum gulat di wilayah ini. Mengapa hal ini begitu ditekankan? Karena dalam pertandingan gulat yang intens, otak manusia sering kali mengalami kelelahan kognitif. Saat itulah memori otot (muscle memory) mengambil alih. Dengan melakukan Wrestling Drills secara konsisten, seorang atlet tidak lagi “mengingat” bagaimana cara melakukan sprawl atau shot, melainkan tubuhnya bereaksi secara instan terhadap stimulus serangan lawan. Di Jambi, sesi ini dilakukan dengan volume tinggi namun tetap menjaga presisi teknik agar tidak terjadi kesalahan mekanika tubuh.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari cara para atlet di sana berlatih adalah fokus pada Pergerakan Matras. Pergerakan ini mencakup bagaimana seorang pegulat menjaga pusat gravitasi tetap rendah sambil terus bergerak secara lateral maupun linear. Matras gulat memiliki karakteristik unik yang memerlukan cengkeraman kaki yang kuat namun tetap fleksibel untuk bergeser. Tutorial yang diberikan biasanya mencakup shadow wrestling, di mana atlet bertarung melawan bayangan untuk menyempurnakan langkah kaki (footwork) dan koordinasi tangan tanpa hambatan dari beban lawan terlebih dahulu.

Ketangkasan di atas matras merupakan hasil dari ribuan kali pengulangan gerakan stance dan motion. PGSI di Jambi percaya bahwa seorang pegulat yang hebat adalah mereka yang “menari” di atas matras dengan efisiensi energi yang tinggi. Mereka mengajarkan cara melakukan penetrasi serangan yang dalam dengan memanfaatkan momentum, bukan hanya sekadar dorongan otot mentah. Hal ini sangat penting terutama dalam kategori gulat gaya bebas, di mana kecepatan masuk ke kaki lawan adalah kunci utama untuk mendapatkan poin teknis.