Dunia gulat kompetitif menuntut lebih dari sekadar kekuatan eksplosif; ia menuntut daya tahan yang luar biasa. Dalam format standar pertandingan gulat internasional, atlet harus mempertahankan performa puncak selama tiga ronde intensif, seringkali berlangsung total tujuh hingga sembilan menit tanpa henti. Kunci untuk menghindari kelelahan di ronde terakhir adalah melalui fokus pada Latihan Ketahanan Otot. Ketahanan ini bukan hanya tentang kemampuan paru-paru, melainkan kemampuan otot untuk berulang kali menghasilkan atau mempertahankan kekuatan melawan submaksimal tanpa mengalami kelelahan yang signifikan. Program pelatihan yang dirancang untuk seorang pegulat harus secara spesifik menargetkan kelompok otot utama—punggung bawah, core, paha, dan bahu—yang paling bekerja keras selama melakukan takedown dan scramble.

Pelatihan ketahanan bagi pegulat profesional harus menggabungkan elemen kekuatan dan waktu di bawah tekanan. Contohnya, sesi latihan sirkuit yang dilakukan oleh atlet di Pusat Pelatihan Nasional pada pertengahan musim kompetisi, misalnya pada hari Rabu, 17 April 2024, pukul 10.00 WIB, sering kali melibatkan serangkaian gerakan yang meniru dinamika pertandingan. Latihan ini bisa mencakup sprawling cepat berulang kali, diikuti dengan shrimp drills dan bear crawls selama interval waktu yang ditentukan (misalnya, 2 menit aktif dengan 30 detik istirahat), mengulanginya sebanyak enam hingga delapan kali. Tujuannya adalah melatih sistem energi aerobik dan anaerobik agar tubuh mampu membersihkan asam laktat sambil tetap bekerja keras, suatu aspek krusial dari Latihan Ketahanan Otot.

Seorang pegulat yang mampu mempertahankan kontrol dari posisi atas (top position) atau secara konstan mencari peluang takedown di menit terakhir ronde ketiga biasanya memiliki program Latihan Ketahanan Otot yang solid. Komponen penting lain dalam latihan ini adalah ketahanan grip (cengkeraman) dan core. Bayangkan seorang atlet yang baru saja menyelesaikan pertandingan keras pada Kejuaraan Nasional, 25 November 2023. Meskipun memiliki fisik yang kuat, cengkeraman tangannya bisa menjadi titik kegagalan pertama jika ketahanan ototnya kurang. Oleh karena itu, latihan seperti farmer’s walk dengan beban berat atau menggantung pada pull-up bar selama mungkin menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas mereka.

Selain simulasi gerakan spesifik gulat, penguatan core adalah fondasi untuk mentransfer tenaga secara efisien dan mencegah cedera, terutama pada bagian lumbar. Gerakan seperti plank yang diperpanjang, side plank, dan berbagai variasi medicine ball membantu pegulat menjaga postur tubuh yang rendah dan kuat saat berhadapan dengan lawan yang berusaha menjatuhkan mereka. Latihan-latihan ini, ketika dipadukan dengan sesi gulat sebenarnya, memastikan bahwa pegulat tidak hanya kuat di awal, tetapi juga tetap eksplosif dan efektif hingga peluit akhir dibunyikan, menjadikannya penentu utama kemenangan di matras. Memiliki ketahanan yang superior berarti Anda akan menjadi pegulat yang membuat keputusan yang lebih baik di bawah tekanan dan pada akhirnya, mendominasi pertandingan.